Di Enrekang, Hegemoni pun Tak Pernah Usai Dibincangkan

Sebab kita ada dalam jaring-jaring hegemoni, justru ketika kita berbincang di Perpustakaan Umum Kabupaten Enrekang”

Chat Firawan masuk di grup Kemah Pustaka, katanya ia sudah siap membahas Pokok-pokok Pemikiran Antonio Gramsci. Respon itu pun disambut oleh beberapa rekannya yang juga menjadi pembahas di bab-bab sebelumnya dari Buku Pendidikan Posmodern: Telaah Kritis Pemikiran Tokoh Pendidikan karya Mukhrizal Arif, dkk. Mereka pun datang ke Perpustakaan Umum Kabupaten Enrekang dengan jumlah 8 orang, Kamis, 20 Februari.

Continue reading “Di Enrekang, Hegemoni pun Tak Pernah Usai Dibincangkan”

Bincang Pemikiran Plato

Klub Baca Pemustaka kembali menggelar Bincang Seri Filsafat di Perpustakaan Umum Kabupaten Enrekang, Jumat, 4 Oktober 2019. Kali ini yang menjadi pemantik ialah Dedi Setiawan (Presma STKIP Muhammadiyah Enrekang).

Bincang yang berlangsung pada pukul 14.00 ini dihadiri 11 orang dari kalangan mahasiswa. Secara bergantian, mereka berbagi pengetahuan terkait riwayat dan pemikiran Plato.

Dedi Setiawan memberikan pengantar terkait konsep negara dan keadilan menurut Plato. Setelah menerangkan hal itu, ia juga menjelaskan terkait dunia idea yang dimaksudkan dalam pemikiran Plato.

Ulasan Dedi, konsep Plato menunjukkan adanya negara yang ideal, yang di dalamnya dipimpin oleh para filosof atau orang-orang yang cendekia. Negara yang demikian juga menandakan adanya kekuatan moral yang berangkat dari kebijaksanaan kaum cendekia.

Sementara itu, Engky, juga turut menguraikan bagaimana hubungan Plato dengan gurunya, Socrates. Dikatakannya, Plato banyak terinspirasi dari Socrates. Karena itu Plato kemudian banyak menuliskan dialog dan pemikiran Socrates. Lewat Plato-lah kita menjumpai jejak Socrates (yang memang tak pernah menulis).

Lebih lanjut, Engky menarasikan kaum sofis yang bersolek pada pidato yang indah. Menurutnya, kaum sofis hanya pandai berpidato untuk mempengaruhi. Berbeda dengan upaya Plato melalui Akademia, konsep pendidikannya mendorong pelajar menguasai matematika yang merupakan dasar berpikir logika.

Suasana bincang berlangsung santai. Saling mengisi terkait hasil bacaan pun terbagi secara dinamis. Karena itu, bincang tentang Plato serupa pengantar untuk lebih mengetahui filsuf yang punya pengaruh besar ini.